Aye-aye (Daubentonia madagascariensis) adalah hewan endemik Pulau Madagaskar yang menjadi primata noktural terbesar di dunia.[1] Pada awalnya, penampilan aye-aye yang tidak biasa (unik) membuatnya diklasifikasikan sebagai hewan pengerat dibandingkan hewan primata.[1] Hewan ini memiliki jari yang tipis dan panjang serta memiliki jari tengah yang lebih panjang untuk mencari dan mengambil larva dari rongga kayu.[1] Tubuh aye-aye berwarna coklat gelap atau hitam dan memiliki ekor lebat yang ukurannya lebih besar dari tubuh mereka.[2] Mereka juga memiliki mata yang besar dan telinga yang sensitif.[2]

Aye-aye
Daubentonia madagascariensis Edit the value on Wikidata
Wild aye aye.jpg
Edit the value on Wikidata
Data
Waktu kehamilan165 hari Edit the value on Wikidata
Berat115 g berat lahir
2,5 kg berat dewasa Edit the value on Wikidata
Status konservasi
Status iucn3.1 EN.svg
Genting
IUCN6302 Edit the value on Wikidata
Taksonomi
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasMammalia
OrdoPrimates
FamiliDaubentoniidae
GenusDaubentonia
SpesiesDaubentonia madagascariensis Edit the value on Wikidata
Gmelin, 1788
Distribusi
Daubentonia madagascariensis range map.svg
Edit the value on Wikidata
EndemikMadagaskar Edit the value on Wikidata

Aye-aye menghabiskan hidup mereka di pepohonan hutan hujan dan menghindari turun ke tanah.[2] Mereka aktif di malam hari (noktural), dan menghabiskan hari mereka dengan meringkuk di sarang berbentuk bola yang terbuat dari daun dan ranting pohon.[2] Ketika bertengger di ketinggian, aye-aye mengendap-endap di pepohonan untuk mendengarkan larva yang bergerak di bawah kulit pohon.[2] Selain mengambil larva untuk dimakan, jari tengah aye-aye yang panjang juga berguna untuk menyendoki daging (isi) kelapa dan buah-buahan lain yang juga menjadi makanannya.[2]

Sebagian besar masyarakat Madagaskar menganggap aye-aye sebagai hewan yang membawa pertanda nasib buruk.[2] Dengan alasan ini, masyarakat kemudian sering membunuh aye-aye yang mereka lihat.[2] Perburuan tersebut menjadikan kerusakan habitat aye-aye dan membuatnya terancam punah.[2] Hingga saat ini spesies aye-aye menjadi salah satu hewan yang dilindungi oleh hukum.[2]

ReferensiSunting