Buka menu utama
Arafat Nur

Arafat Nur (lahir di Lubuk Pakam, Sumatra Utara, 22 Desember 1974; umur 44 tahun) adalah seorang sastrawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karyanya berupa cerita pendek dan novel yang dipublikasikan ke berbagai media massa. Dia telah memenangi sejumlah penghargaan, antara lain Kusala Sastra Khatulistiwa (2011).[1][2]

Latar belakangSunting

Arafat Nur lahir di Lubuk Pakam, Sumatra Utara. Sejak muda, dia sudah mengakrabi dunia sastra, terutama puisi dan prosa. Mengawali debutnya sebagai penulis pada tahun 1997. Pada saat itu, karya-karyanya mulai terpublikasikan di sejumlah media massa, baik yang terbit di Sumatra Utara dan Nangroe Aceh Darussalam maupun Jakarta. Produktivitasnya meningkat ketia dia pindah ke Lhokseumawe (NAD). Latar belakang inilah yang akhirnya mempengaruhi tema-tema sejumlah karyanya, mengangkat tentang kehidupan masyarakat Aceh. Selain pernah bekerja sebagai guru honorer, Arafat juga menjalani profesi debagai jurnalis. Di bidang kajian, dia aktif di Yayasan Ranub Aceh sebagai Ketua Divisi Sastra. Kemampuannya menghasilkan karya berkualitas, telah mengantarkan Arafat Nur memenangi beberapa penghargaan.[3][4]

KaryaSunting

  • Meutia Lon Sayang (Novel, Mizan, 2005)
  • Cinta Mahasunyi (Novel, Mizan, 2005)
  • Percikan Darah di Bunga (Novel, Zikrul Hakim, 2005)
  • Antologi Remuk (Cerpen, DKB, 2000)
  • Antologi Keranda-Keranda (Puisi, DKB, 2000)
  • Aceh Dalam Puisi (Puisi, Assy-syaamil, 2003)
  • Mahaduka Aceh (Puisi, PDS HB. Jassin, 2005)
  • Lagu Kelu (Puisi, ASA-Japan Aceh Net, 2005)
  • Cinta Bidadari (Novel, Intermasa 2007)
  • Nyanyian Cinta Di Tengah Ladang (Novel, Intermasa 2007)
  • Romansa Taman Cinta (Novel, Japannet 2008)
  • Gerimis Senja Di Sebuah Desa (Kumpulan Cerpen, Intermasa 2008)
  • Lampuki (Novel, Serambi 2011)
  • Burung Terbang Di Kelam Malam (Novel, Bintang 2014)
  • Tempat Paling Sunyi (Novel, Gramedia 2015)
  • Tanah Surga Merah (Novel, Gramedia 2017)
  • Keajaiban Paling Hebat di Dunia (Kumpulan Puisi,Basabasi 2017)
  • Percikan Darah di Bunga (Novel, dicetak ulang Basabasi 2017)
  • Bulan Kertas (Novel, Gramedia 2017)
  • Bayang Suram Pelangi (Novel, DIVA Press 2018)

PenghargaanSunting

  • Penghargaan terbaik lomba penulisan cerpen Taman Budaya Aceh (1999)
  • Juara III Nasional lomba penulisan novel Forum Lingkar Pena (2005)
  • Juara III Lomba Cerpen Hari Kartini (2005)
  • Juara III Lomba Novel Do Karim (2008)
  • Juara I Lomba Penulisan Tentang Desa (2008)
  • Penghargaan Lencana Emas Dari Pemerintah Aceh (2016)
  • Novel Lampuki menjadi Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010
  • Novel Lampuki meraih Khatulistiwa Literary Award, 2011
  • Penghargaan Balai Bahasa Provinsi Aceh (2011)
  • Juara II Lomba Cerpen Femina (2016)
  • Novel Tanah Surga Merah, Sayembara Novel DKJ 2016

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Situs resmi Kusala Sastra Khatulistiwa, Diakses 4 Maret 2015
  2. ^ Situs resmi Taman Ismail Marzuki, Diakses 4 Maret 2015
  3. ^ Karya Puisi, Diakses 4 Maret 2015
  4. ^ Teras Lampung, Diakses 4 Maret 2015