Buka menu utama

PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha adalah salah satu perusahaan teknologi finansial peer-to-peer lending yang ada di Indonesia.[1] Perusahaan tersebut menyediakan situs web yang menghubungkan pendana dalam melakukan pendanaan usaha mikro dan kecil di Indonesia.[2]

Amartha
Peer-to-peer lending
DidirikanApril 2010
PendiriAndi Taufan Garuda Putra
Kantor
pusat
,
Situs webamartha.com

SejarahSunting

2010-2015: Awal Berdiri dan Perubahan Microfinance Jadi Peer to Peer lendingSunting

Amartha didirikan oleh Andi Taufan Garuda Putra pada bulan April 2010[3] sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan badan hukum Koperasi Amartha Indonesia, tujuannya adalah memberi akses keuangan bagi masyarakat pedesaan yang tidak terjangkau oleh bank agar dapat mengembangkan usahanya.[4]

Pada 2009, Taufan memulai pilot project di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Ia memulai Amartha berbekal uang pribadinya sebesar 10 juta rupiah. Pendanaan dari Amartha diberikan secara berkelompok dengan jumlah anggota 15 hingga 25 orang ibu rumah tangga.

Pada tahun 2015, Amartha secara resmi bertransformasi menjadi layanan P2P lending marketplace. Transformasi tersebut memungkinkan individu atau kelompok melakukan pendanaan untuk UKM yang mencari pinjaman.[5]

Pada awal pendanaan, Amartha memberikan pinjaman sebesar 500 ribu rupiah per orang. Jumlah tersebut akan meningkat setiap tahunnya jika anggota berhasil membayar angsuran tepat waktu, hadir setiap minggu, dan tidak pernah ditanggung renteng. Tanggung renteng adalah penalangan bersama untuk anggota yang gagal bayar angsuran.[6]

2016-2017: Terdaftar dan Diawasi OJK serta Pendanaan Seri ASunting

Layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology ( fintech) PT Amartha Mikro Fintek telah resmi terdaftar di Direktorat Kelembagaan dan Produk IKNB (Industri Keuangan non Bank) Otoritas Jasa Keuangan ( OJK). Amartha menyediakan layanan Peer to peer (P2P) Lending dan telah berdiri sejak 2010. (Baca: Mandiri Capital Pimpin Pendanaan untuk "Startup Fintech" Amartha) Sebelum terdaftar di OJK, Amartha juga selalu aktif berkomunikasi dengan pihak OJK dalam menyusun POJK Nomor 77/01-2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi pada Desember 2016. Dengan keputusan tersebut, Amartha berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan pendanaan.[7]

Pada tanggal 7 Maret 2017, layanan peer to peer (P2P) lending Amartha mengumumkan kalau mereka baru saja mendapat pendanaan Seri A yang dipimpin oleh Mandiri Capital Indonesia (MCI). Turut serta dalam investasi tersebut Lynx Asia Partners, serta investor mereka sebelumnya, yaitu Beenext dan Midplaza Holding.[8]

Mendekati penghujung tahun 2017, Amartha menorehkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan sekaligus yakni Kadin DKI Jakarta, Republika Syariah Award, dan Marketeers. Ketiga penghargaan itu diharapkan semakin terpacu untuk berkarya. Apresiasi yang diterima Amartha membuktikan usaha yang dilakukan telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penghargaan yang diterima Amartha kali ini antara lain STAR UP Award dari Kadin DKI Jakarta, karena dianggap sebagai pionir startup yang berkontribusi besar dalam pengembangan industri keuangan berbasis teknologi dan inovasi. Penghargaan lainnya adalah Penghargaan Khusus Fintech yang Berakad Syariah dari Republika Syariah Award.[9]

2018 - Sekarang: Pencapaian dan PertumbuhanSunting

Platform financial technology (fintech) Amartha menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp 700 miliar pada 2018. Namun, per hari ini total penyaluran kreditnya sudah tembus Rp 705,4 miliar. Pinjaman tersebut disalurkan kepada 167.346 peminjam perempuan. Jumlah ini naik signifinikan dibanding periode sama tahun lalu, yang total penyaluran kreditnya hanya sekitar Rp 200 miliar kepada 70 ribu peminjam. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) atau keterlambatan membayar di bawah 90 hari pun masih 0%. Sementara NPL di atas 90% mencapai 0,8%.[10]

Pada 2017, Amartha melayani lebih dari 500 desa di pulau Jawa dengan lebih dari 70,000 mitra.[11] Pada akhir 2018, pengusaha mikro yang didanai berjumlah 170.054 orang tersebar di 3.500 desa di Pulau Jawa. Amartha juga akan memperluas jangkauannya ke sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa. Perusahaan sedang mengkaji prospek bisnis di beberapa lokasi, seperti Sumatra, Sulawesi, dan area Nusa Tenggara.[12]

Amartha memeroleh opini wajar tanpa modifikasi (unmodified opinion) atas laporan keuangan 2017. Opini itu diperoleh dari Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, yang merupakan anggota PricewaterhouseCoopers (PwC).[13]

Amartha berhasil meraih penghargaan Anugerah Syariah Republika (ASR) 2019 sebagai Fintech dengan Pembiayaan Usaha Mikro Terbaik untuk kategori Fintech Syariah. Amartha dianggap telah berperan penting dalam industri syariah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengikis jurang kesenjangan sosial dan ekonomi. Ini merupakan kedua kalinya Amartha mendapatkan penghargaan tersebut. Sebelumnya, Amartha telah meraih Penghargaan Khusus Fintech yang Berakad Syariah dari ASR 2017.[14]

Pada 21 November 2019 Andi Taufan Garuda Putra diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai Staf Khusus Presiden bersama 6 anggota lainnya dari kalangan milenial.[15]

Pada 26 November 2019, Amartha meraih pendanaan seri B yang diinisiasi oleh LINE Ventures, Bamboo Capital Partners, UOB Venture Management, PT Teladan Utama, dan PT Medco Intidinamika.Pendanaan seri B ini akan Amartha gunakan untuk ekspansi bisnis ke seluruh Indonesia agar dapat memberdayakan lebih banyak lagi perempuan dan keluarga di pedesaan.[16]

Pada November 2019, Amartha telah menyalurkan pendanaan Rp 1,6 triliun kepada lebih dari 343 ribu mitra di 5.200 desa di Jawa dan Sulawesi.[17]

Model bisnisSunting

Mitra usaha Amartha adalah pemilik usaha mikro dan kecil di pelosok pedesaan. Dalam memberikan pendanaan, Amartha tidak meminta agunan melainkan menekankan kepada pembentukan kelompok. Jumlah modal yang dapat diajukan ke Amartha, mulai dari 500 ribu.[18]

Selain memanfaatkan pembiayaan kelompok, Amartha juga menerapkan sistem yang dikenal dengan tanggung renteng sehingga ketika seorang anggota dari mitra usaha gagal membayar dana pinjaman, anggota yang lain bisa ikut patungan.[19]

Untuk mencari Mitra Borrower, Amartha melakukan seleksi dan edukasi yang terstruktur sebelum memberikan pemodalan.[20]

Pendana di Amartha melakukan pendaftaran yang sepenuhnya dilakukan secara online. Dimulai dengan melakukan registrasi dan melengkapi data pribadi, lalu melakukan transfer dana sebesar 3 juta rupiah. Investor bisa memilih sendiri usaha mikro yang ingin ia danai berdasarkan informasi yang disediakan pada situs Amartha, yakni jenis usaha, jumlah pinjaman, tenor, serta bagi hasil. Amartha juga aktif mengembangkan pada proprietary technology platform ini akan membangun alat bantu analitis untuk memastikan peminjam atau investor memiliki informasi yang lengkap dalam membuat keputusan dan menilai portfolio.[21]

Transformasi menjadi peer-to-peer lendingSunting

Amartha bertransformasi menjadi peer-to-peer lending pada tahun 2015, tujuan transformasi tersebut adalah untuk memberdayakan bisnis di sektor ekonomi informal, dengan memungkinkan masyarakat bisa berinvestasi langsung ke UKM.[22] Transformasi tersebut membuat individu maupun kelompok dapat berinvestasi untuk usaha mikro dan UKM yang mencari pinjaman. Hingga kini, 80% pendanaan digunakan untuk sektor produktif.[23] Hingga tahun 2016, Amartha mengklaim telah menyalurkan pendanaan hingga 45 miliar rupiah kepada lebih dari 25.000 usaha mikro dan kecil di pedesaan.[24]

PenghargaanSunting

Pada 2018, Amartha terpilih sebagai pemenang dalam InnovationXchange (iXc), Frontier Innovators yang diinisiasi pemerintah Australia dan penghargaan dari UN Capital Development Fund (UNCDF) sebagai startup fintech yang inovatif dalam mengatasi kesenjangan inklusi keuangan dan meningkatkan partisipasi perempuan di ekonomi.

Berbagai penghargaan lain juga telah diraih seperti “30 Promising Growth-stage Startups 2018” dari Forbes Indonesia,“Sankalp Southeast Asia Award 2017” di pagelaran Sankalp Southeast Asia Summit, “START UP Award 2017” dari Kadin DKI Jakarta, dan Republika Syariah Award.[25]

Amartha meraih penghargaan Digital Inclusion Award 2018 untuk kategori Startup financial technology (fintech) dalam acara Digital Innovation Festival 2018 di Jakarta. Acara tersebut merupakan kerja sama antara Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia (RI) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.[26]

Kerja SamaSunting

Amartha menggandeng Bank Mandiri untuk memberikan akses pembiayaan ke pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Dengan kerja sama ini, Amartha mendukung sinergi antara fintech dengan bank agar akses pembiayaan akan semakin mudah dan diharapkan dapat memperkuat modal kerja dan ekspansi pasar UMKM.[27]

Bank Permata memilih menggandeng perusahaan financial technology (fintech) guna menyalurkan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bank Permata akan menentukan mitra UMKM yang dapat memperoleh fasilitas kredit. Melalui fintech seperti Amartha, perseroan dapat meningkatkan efisiensi operasionaI sehingga mudah menjangkau daerah-daerah pelosok dan memproses pengajuan pinjaman dengan Iebih cepat ke sektor produktif seperti UMKM. Sistem dan proses yang ditawarkan pun mudah dan aman, yaitu Amartha akan mereferensikan mitra pengusaha mikro yang sesuai dengan kriteria Bank Permata. Dengan melalui proses skoring dari Amartha, diharapkan dapat membantu bank daIam meminimalisir peluang terjadinya Non Performing Loan (NPL) di kemudian hari. [28]

Amartha baru saja menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) dengan empat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yakni Pujon Jaya Makmur, Dhana Lestari, Central Djaja Pratama dan Mitra Catur Mandiri pada 7 Juli 2018 di Malang,[29]

Mandiri Tunas Finance sendiri telah menjalin kemitraan dengan perusahaan fintech lending dengan Amartha Mikro Fintek tahun 2018. Pihaknya akan terus selektif untuk memilih pelanggan dan secara aktif melakukan monitoring akun dana kelolaan serta aktif berdiskusi dengan tim fintech untuk melihat potensi pelanggan baru.[30]

Amartha menjalin kerja sama dengan Bank Jateng dalam rangka mendukung kemajuan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Jawa Tengah. Kerja sama antara Amartha dan Bank Jateng berfokus pada digitalisasi penyaluran kredit serta inovasi produk keuangan guna mempermudah akses pelayanan dan penyaluran kredit kepada segmen mikro dan UKM di Jawa Tengah. Amartha sendiri telah melayani lebih dari 35.000 mitra usaha di 45 wilayah di Jawa Tengah.[31]

Principal Asset Management dan Amartha bekerja sama terkait penyediaan reksa dana. Adapun kerja sama ini guna mendorong pencapaian target inklusi keuangan di Indonesia.[32]

Bank Permata, menandatangani nota kesepahaman dalam rangka menyediakan layanan Rekening Dana Lender (RDL) yang diperuntukan kepada pendana di Amartha. Amartha.com dan Bank Permata menyediakan rekening dana lender untuk mematuhi imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada perusahaan fintek yang sudah diawasi dan mendapat izin usaha. Dengan adanya RDL, para pendana di Amartha.com akan dibuatkan rekening simpanan atas nama pribadi di Bank Permata, sehingga mereka akan terhindar dari pengembalian dana otomatis dan biaya transfer antar bank. Penerapan RDL antara Amartha dan Bank Permata akan mulai efektif berlaku sekitar Desember 2019.[33]

ReferensiSunting

  1. ^ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2016-11-24. 
  2. ^ Liputan6.com. "Sosok Minggu Ini: Pemuda Pencetus Aplikasi Penanaman Modal Online". liputan6.com. Diakses tanggal 2016-11-24. 
  3. ^ kick andy show (2014-03-03), Kick Andy Episode Kisah Inspirasi Walau Muda Bisa Sukses, diakses tanggal 2016-11-24 
  4. ^ SkunkWorks. "Mengenal Taufan Garuda Putera Sosok di Balik Amartha Microfinance". www.dewimagazine.com. Diakses tanggal 2016-11-24. 
  5. ^ "Transformasi Menjadi Peer to Peer Lending Marketplace, Amartha Beri Pendekatan Offline to Online | Dailysocial". dailysocial.id. Diakses tanggal 2016-11-24. 
  6. ^ "Bantu Masyarakat Miskin, Andi Terima Penghargaan". Pikiran Rakyat. 2011-10-30. Diakses tanggal 2016-11-24. 
  7. ^ Media, Kompas Cyber (2017-06-02). "Resmi Terdaftar di OJK, "Fintech" Amartha Lebih Giat Berdayakan Usaha Mikro". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  8. ^ "Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia". id.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-01-17. 
  9. ^ "Akhir Tahun Amartha Raih Tiga Penghargaan". Republika Online. 2017-12-14. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  10. ^ "Lampaui Target, Amartha Salurkan Kredit Rp 705,4 Miliar Sepanjang 2018 | Katadata News". katadata.co.id. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  11. ^ "Pencapaian Amartha di Tahun 2018". Amartha (dalam bahasa Inggris). 2019-01-04. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  12. ^ "Usai Jangkau 3.500 Desa, Amartha Ekspansi ke Luar Jawa pada 2019 | Katadata News". katadata.co.id. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  13. ^ "Laporan Keuangan Amartha Dapat Opini Wajar dari Grup PwC | Katadata News". katadata.co.id. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  14. ^ BeritaSatu.com. "Amartha Dapatkan Gelar Fintech Syariah Terbaik". beritasatu.com. Diakses tanggal 2019-11-28. 
  15. ^ "Profil Andi Taufan Garuda Putra - Staf Kepresidenan 2019-2024, dan CEO Amartha". Tribun Video. Diakses tanggal 2019-11-28. 
  16. ^ Hidayat, Ali Akhmad Noor (2019-11-27). "Amartha Raih Pendanaan Seri B dari Ventura Asing dan Lokal". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-28. 
  17. ^ "Dapat Pendanaan, Siap Ekspansi Seluruh Indonesia • Radar Jogja". Radar Jogja. 2019-11-28. Diakses tanggal 2019-11-28. 
  18. ^ "Amartha, Pemberdaya Perempuan Papa | Radio Nederland Wereldomroep". archief.wereldomroep.nl. Diakses tanggal 2016-11-24. 
  19. ^ Syari’ati, Pramono, Puteri Nurani Nur (2015-01-01). "Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kelancaran Kredit Dan Penilaian Kesehatan Pada Amartha Microfinance Di Kabupaten Bogor". 
  20. ^ "Tips Agar Terhindar Dari Tanggung Renteng Agar Terjaga Solidaritas Majelis Amartha". Amartha (dalam bahasa Inggris). 2016-10-07. Diakses tanggal 2016-11-24. 
  21. ^ MONEY, SMART (2016-10-11). "Fokus Biayai Wanita hingga Bisa Mandiri". http://smart-money.co. Diakses tanggal 2016-11-24.  Hapus pranala luar di parameter |newspaper= (bantuan)
  22. ^ "Transformasi Menjadi Peer to Peer Lending Marketplace, Amartha Beri Pendekatan Offline to Online | Dailysocial". dailysocial.id. Diakses tanggal 2016-11-24. 
  23. ^ MONEY, SMART (2016-10-11). "Fokus Biayai Wanita hingga Bisa Mandiri". http://smart-money.co. Diakses tanggal 2016-11-24.  Hapus pranala luar di parameter |newspaper= (bantuan)
  24. ^ Fintek, PT Amartha Mikro. "peer to peer lending untuk ekonomi inklusif". Amartha peer to peer lending. Diakses tanggal 2016-11-24. 
  25. ^ "Amartha Raih Penghargaan dari Digital Inclusion Award 2018". Republika Online. 2018-12-20. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  26. ^ "Perluas Inklusivitas Ekonomi Digital di Indonesia, Amartha Raih Digital Inclusion Award 2018". Warta Ekonomi. 2018-12-19. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  27. ^ "Amartha Bangun Sinergi dengan Bank Mandiri". Amartha (dalam bahasa Inggris). 2018-08-28. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  28. ^ "Bank Permata Gandeng Fintech Salurkan Kredit UMKM | Finansial". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  29. ^ "Amartha Hadiri Hari BPR-BPRS Nasional dan MOU dengan BPR". Amartha (dalam bahasa Inggris). 2018-07-06. Diakses tanggal 2019-11-28. 
  30. ^ Mediatama, Grahanusa (2019-01-16). "Genjot pembiayaan, multifinance giat menjalin kolaborasi dengan fintech". kontan.co.id. Diakses tanggal 2019-01-17. 
  31. ^ "Amartha Gandeng Bank Jateng, Perluas Jangkauan Layanan". Amartha (dalam bahasa Inggris). 2019-08-02. Diakses tanggal 2019-11-28. 
  32. ^ "Principal Asset Management-Amartha Sediakan Reksa Dana". Republika Online. 2019-10-30. Diakses tanggal 2019-11-28. 
  33. ^ "Amartha Fintek dan Bank Permata Berkolaborasi Tingkatkan Keamanan Transaksi Fintech". Amartha (dalam bahasa Inggris). 2019-08-09. Diakses tanggal 2019-11-28. 

Pranala luarSunting