Buka menu utama

Alimin Abdullah

Alimin Abdullah (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 19 September 1949; umur 69 tahun) merupakan seorang politikus Indonesia dan anggota DPR. Alimin Abdullah terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) mewakili Dapil Lampung 2 setelah memperoleh 38,084 suara. Alimin adalah politisi senior PAN. Alimin adalah mantan Bendahara Umum DPP PAN (2004-2005) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PAN Provinsi Lampung (2010-2015).

Alimin Abdullah
Anggota DPR RI Fraksi PAN
Mulai menjabat
1 Oktober 2009
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Informasi pribadi
Lahir 19 September 1949 (umur 69)
Bendera Indonesia Bandar Lampung, Lampung
Kebangsaan  Indonesia
Partai politik Logo PAN.svg Partai Amanat Nasional
Tempat tinggal Jl. Amil Komplek Pejaten Elok D8, RT.003/RW.007, Kel. Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Alimin dikenal kedekatannya dengan mantan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa. Alimin pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Perhubungan (2006-2007) dan kemudian Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (2007-2009) ketika Hatta Rajasa menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan Menteri Sekretaris Negara di Kabinet Indonesia Bersatu.

Alimin adalah seorang pengusaha dan lama berkecimpung di industri perminyakan dan energi. Alimin adalah pendiri dari Bank Perkreditan Rakyat Syariah Amal Salman dan Bank Perkreditan Rakyat Haneda. Alimin juga sempat menjabat sebagai Presiden Direktur di PT. Arthindo Utama (pengeboran minyak), salah satu anak perusahaan dari Arthindo Group milik keluarga Hatta Rajasa.[1][2]

Pada masa kerja DPR RI periode 2009-2014, Alimin duduk di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup. Pada masa kerja DPR RI periode 2014-2019, Alimin bertugas di Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika. Pada awal 2014, Alimin diisukan sebagai salah satu dari anggota Komisi VII yang diduga menerima suap terkait kasus korupsi mantan Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini.[3]

Daftar isi

Latar BelakangSunting

Alimin Abdullah terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) mewakili Dapil Lampung 2 setelah memperoleh 38,084 suara. Alimin adalah politisi senior PAN. Alimin adalah mantan Bendahara Umum DPP PAN (2004-2005) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PAN Provinsi Lampung (2010-2015).

Alimin dikenal kedekatannya dengan mantan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa. Alimin pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Perhubungan (2006-2007) dan kemudian Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (2007-2009) ketika Hatta Rajasa menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan Menteri Sekretaris Negara di Kabinet Indonesia Bersatu.

Alimin adalah seorang pengusaha dan lama berkecimpung di industri perminyakan dan energi. Alimin adalah pendiri dari Bank Perkreditan Rakyat Syariah Amal Salman dan Bank Perkreditan Rakyat Haneda. Alimin juga sempat menjabat sebagai Presiden Direktur di PT. Arthindo Utama (pengeboran minyak), salah satu anak perusahaan dari Arthindo Group milik keluarga Hatta Rajasa. (sumber dan sumber2)

Pada masa bakti 2009-2014, Alimin duduk di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup. Pada masa kerja 2014-2019 Alimin bertugas di Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika. Pada awal 2014, Alimin diisukan sebagai salah satu dari anggota Komisi VII yang diduga menerima suap terkait kasus korupsi mantan Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini (sumber)

Riwayat PendidikanSunting

  • SLTA, SMA Negeri Lampung (1964)
  • S1, Teknik Pertanian, Universitas Lampung, Lampung (1972)
  • S2, Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung, Bandung (1982)

Perjalanan PolitikSunting

Alimin Abdullah dikenal sebagai organisator sejak di bangku kuliah. Alimin pernah menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas Pertanian dari Universitas Lampung dan Sekretaris dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tanjung Karang. Ketika selesai dari ITB Alimin juga aktif di Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) dan juga beberapa asosiasi profesional dan pengusaha seperti Asosiasi Pengeboran Minyak & Gas Bumi (APMI) dan menjabat sebagai Ketua (2003-2008) dan di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai Wakil Ketua Komite Tetap (2006-2008).

Karena bekerja dan mengelola perusahaan perminyakan dari Hatta Rajasa, Alimin bergabung menjadi kader PAN di 2004 dan dipercaya menjadi Bendahara Umum (2004-2005) dan kemudian mengepalai Badan Pemuda dan Olahraga DPP PAN (2005-2010). Alimin kemudian mengikuti jejak karier dari Hatta Rajasa ketika beliau menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan kemudian sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Di 2009 Alimin mencalonkan diri sebagai calon legislatif mewakili PAN di Pileg 2009. Alimin terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2009-2014 dan duduk di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup. Alimin sekarang dipercaya untuk menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bapilu) PAN di Provinsi Lampung (2010-2015).

ReferensiSunting

  1. ^ "Arthindo Utama | Petroleum & Drilling Expert". arthindo.id. Diakses tanggal 2018-10-06. 
  2. ^ S.Kom, Pajri Ilyasman,. "PT KJU Gugat PT Arthindo dan Putra Hatta Rajasa". halloriau.com. Diakses tanggal 2018-10-06. 
  3. ^ "Alimin Abdullah Klaim Tak Pernah Terima Suap". beritasatu.com. Diakses tanggal 2018-10-06. 

Pranala luarSunting