Buka menu utama

Akademi Kebudayaan Yogyakarta

Komunitas seni dan penerbitan

Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY) adalah sebuah lembaga kebudayaan di bawah naungan INSIST yang memfokuskan diri pada kajian sastra dan budaya. Kerja-kerja AKY diwujudkan melalui kegiatan penerbitan buku dan jurnal/buletin ON/OFF, pendidikan dan penelitian, pengelolaan pertunjukan seni, dan melakukan jaringan komunitas budaya untuk transformasi sosial. AKY berdiri pada tahun 2002.[1][2]

Latar belakangSunting

Di tahun 2001, bermula dari refleksi pemikiran orang-orang yang memiliki komitmen pada gerakan sosial di Institute for Social Transformation (INSIST), Mansour Fakih, Roem Topatimasang, Donatus K Marut, dan Toto Rahardjo. Mereka memimpikan sebuah organisasi yang bekerja di bidang kebudayaan untuk membangun transformasi sosial, maka diselenggarakanlah sebuah kegiatan pendidikan sastra dan budaya yang ditujukan kepada para pegiat budaya dan penulis sastra dengan tajuk “Beasiswa Penulisan Sastra: Akademi Kebudayaan Yogyakarta”. Kegiatan ini diadakan untuk mendorong terciptanya karya-karya sastra dari penulis muda Indonesia yang memiliki visi demokratis dan berorientasi kerakyatan.

Selama workshop dan penulisan berlangsung, kegiatan ini kemudian dideklarasikan menjadi Lembaga Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY) pada bulan Februari 2002. Upaya ini dilakukan dengan kesadaran bahwa kegiatan ini jangan selesai begitu saja, perlu sebuah lembaga untuk menciptakan jaringan budaya yang luas dan berkesinambungan. Sebuah lembaga kebudayaan diperlukan untuk menjadi efektif dalam menyebarkan kesadaran demokrasi dan pro budaya rakyat.

Kegiatan-kegiatan AKYSunting

  • Menyelenggarakan workshop pendidikan kritis yang melibatkan para penulis sastra dan para aktivis kebudayaan yang terkait dari kantong-kantong kebudayaan. Pada workshop ini dilakukan pola diskusi dan kajian yang mencoba memberikan perangkat-perangkat teoritik untuk memahami aspek-aspek dalam kebudayaan dan juga penguasaan metodologi dan skill yang dibutuhkan dalam rangka penulisan karya sastra dan penelitian sastra.
  • Memberikan bantuan dana dalam bentuk beasiswa penulisan sastra kepada para penulis muda untuk membuat karya sastra dan penelitian sastra dengan tema-tema yang memuat wacana transformasi social.
  • Menyelenggarakan kegiatan seminar, diskusi, dan ceramah untuk membangun paradigma pemikiran kebudayaan kritis dan demokratis.
  • Mengadakan pelatihan dan pendampingan pada komunitas kebudayaan local yang berorientasi kerakyatan.
  • Mengadakan kerjasama pementasan kesenian dengan seniman/ komunitas kesenian untuk mengkampanyekan ide-ide atau gagasan perubahan social.
  • Mengadakan penelitian dan penerbitan buku dan majalah sastra.

ReferensiSunting

  1. ^ "Akademi Kebudayaan Yogyakarta". Insist Press. Diakses tanggal 22 Maret 2019. 
  2. ^ "Akademi Kebudayaan Yogyakarta". Ratih Kumala. Diakses tanggal 22 Maret 2019.