Buka menu utama

Aerodactyl (プテラ, Putera) merupakan nama untuk salah satu spesies fiksi dari serial waralaba media Pokémon.

Aerodactyl
Aerodactyl oleh Ken Sugimori.
Aerodactyl oleh Ken Sugimori.
Nomor Pokédex
Nasional
#142
Sebelumnya Selanjutnya
Kabutops (#141) Snorlax (#143)
Regional
Kanto#142
Johto#229
Hoenn#297
Penampilan perdana
PermainanPokémon Red dan Blue
AnimePokémon, episode: ""Attack of the Prehistoric Pokémon"".
Manga
MangaPokémon Adventures
Ronde036
Info produksi
GenerasiI (Pertama) - 1996
PenciptaKen Sugimori

ProfilSunting

Dengan nomor Pokédex Kanto dan Nasional 142, Aerodactyl merupakan salah satu jenis Pokémon purba, di mana ia hidup di era prasejarah. Pokémon ini di era zaman sekarang hanya bisa dihidupkan melalui rekayasa genetika dengan cara menghidupkan lewat jalan fosil.

Dalam video game, Aerodactyl bisa dihidupkan dengan cara mengembangkan DNA dari batu amber, yang kemudian diyakini orang berbasis dari Jurassic Park karya Michael Crichton. Di era prasejarah zaman dulu, Aerodactyl merupakan Pokémon raja di udara, dengan tubuh yang sangat mirip dengan burung purba pterodactyl, dan ditambah dengan kekuatan lainnya seperti kepala dan ekor yang mirip seekor naga. Jurusnya yang utama adalah cakaran yang tajam, dan sinar energi yang bisa ia pancarkan dari dalam mulutnya. Aerodactyl juga memiliki suara yang keras dan kepakkan sayap yang kuat dengan kulit yang keras mirip kulit buaya atau badak.

PenampilanSunting

Dalam serial animasi, Aerodactyl tampil beberapa kali. Pertama adalah ketika ia menyerang Ash Ketchum, dan kemudian Charmeleon milik Ash berevolusi menjadi Charizard untuk menghalaunya. Kemudian Aerodactyl tampil lagi dalam Pokemon Chronicles di mana ia dihidupkan kembali oleh Gary Oak. Team Rocket lantas mencoba untuk menculik Aerodactyl tersebut, tetapi gagal. Dan dalam salah satu episode serial Diamond dan Pearl, Aerodactyl tampil sebagai penyerang teror di kota Oreburgh setelah dibangkitkan dari sebuah fosil.

Pranala luarSunting