Buka menu utama

Acep Zamzam Noor (lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 28 Februari 1960; umur 59 tahun) adalah seorang sastrawan Indonesia.

H. Acep Zamzam Noor
Lahir28 Februari 1960 (umur 59)
Bendera Indonesia Tasikmalaya
KebangsaanIndonesia
PekerjaanSeniman
Suami/istriHj. Euis
AnakRebana Adawiyah, Imana Tahira, Diwan Masnawi, Abraham Kindi, Kiara Luna

Daftar isi

KeluargaSunting

Acep adalah putra tertua dari K. H. Ilyas Ruhiat, seorang ulama kharismatis dari Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya. Ia menikahi seorang santri bernama Euis Nurhayati dan dikaruniai orang anak bernama Rebana Adawiyah, Imana Tahira, Diwan Masnawi, Abraham Kindi dan Luna.

KarierSunting

Acep menghabiskan masa kecil dan remajanya di lingkungan pesantren, melanjutkan pendidikan pada Jurusan Seni Lukis Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, lalu Universitá Italiana per Stranieri, Perugia, Italia. Kini, tinggal di Desa Cipasung, Tasikmalaya.

KaryaSunting

  • Tamparlah Mukaku! (kumpulan sajak, 1982)
  • Aku Kini Doa (kumpulan sajak, 1986)
  • Kasidah Sunyi (kumpulan sajak, 1989)
  • The Poets Chant (antologi, 1995)
  • Aseano (antologi, 1995)
  • A Bonsai’s Morning (antologi, 1996)
  • Di Luar Kata (kumpulan sajak, 1996)
  • Dari Kota Hujan (kumpulan sajak, 1996)
  • Di Atas Umbria (kumpulan sajak, 1999)
  • Dongeng dari Negeri Sembako (kumpulan puisi, 2001)
  • Jalan Menuju Rumahmu (kumpulan sajak, 2004)
  • Menjadi Penyair Lagi (antologi, 2007)
  • Bagian dari Kegembiraan (kumpulan sajak 2013)

PenghargaanSunting

  • Penghargaan Penulisan Karya Sastra Depdiknas (2000)
  • South East Asian (SEA) Write Award dari Kerajaan Thailand (2005)
  • Khatulistiwa Literary Award (2007)
  • Hadiah Sastra Rancage 2012 untuk kumpulan sajak Paguneman

Pranala luarSunting