Abdullah Ibn Umar Baidhawi

Abdallah ibn Omar al-Baidawi (bahasa Arab: عبدالله بن عمر البيضاوي), dikenal juga dengan panggilan Baidawi, adalah seorang cendekiawan Muslim yang lahir di Fars. Ayahnya adalah hakim ketua pada saat pemerintahan Abu Bakar ibnu Sa’ad (1226–60).[1] Dia menjadi hakim di Shiraz, dan meninggal di Tabriz sekitar tahun 1286. Banyak komentar tertuju untuk karya Baidawi.[1] Dia juga penulis dari beberapa risalat teologis.[1] Karyanya yang paling terkenal adalah komentarnya pada Quran yang berjudul Rahasia Penurunan Wahyu dan Rahasia Penafsirannya (The Secrets of Revelation and The Secrets of Interpretation atau Asrar ut-tanzil wa Asrar ut-ta'wil)'.[2] Karya ini sebenarnya adalah ringkasan berdasarkan falsafah Mu’tazilah karya Zamakhsari (al-Kashshaf) dengan beberapa catatan tambahan.[2] Kajian dalam kitab ini tidak mendalam baik pada kajian dari segi teologi maupun linguistiknya dan juga analisisnya tidak selalu akurat.[2]

Kota Tabriz modern, di sini Baidhawi dimakamkan.

Karya ini juga telah diedit oleh Heinrich Leberecht Fleischer (2 vols., Leipzig, 1846-1848; indices ed. W. Fell, Leipzig, 1878).[3] Edisi-edisi lainya juga banyak dicetak di bagian Asia Timur.[3] Karya-karya pilihan yang mengkritik karya Baidawi diedit oleh D. S. Margoliouth dengan judul Chrestomathia Beidawiana (London, 1894).[3]

RujukanSunting

  1. ^ a b c Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.
  2. ^ a b c Thatcher 1911 cites cf. Th. Nöldeke's Geschichte des Qorans, Göttingen, 1860, p. 29
  3. ^ a b c C. Brockelmann, Geschichte der arabischen Litteratur (Weimar, 1898), vol. i. pp. 416–418.