Buka menu utama

Aardakh, juga dikenal dengan istilah Operasi Lentil (bahasa Rusia: Чечевица, Chechevitsa; bahasa Chechnya: Вайнах махкахбахар) adalah pengusiran seluruh populasi Vainakh (Chechnya dan Ingush) dari Kaukasus Utara ke Asia Tengah selama Perang Dunia II. Pengusiran yang dilakukan seusai pemberontakan di Chechnya 1940–1944 ini diperintahkan pada tanggal 23 Februari 1944 oleh ketua NKVD Lavrentiy Beria setelah memperoleh persetujuan dari Premier Uni Soviet Joseph Stalin. Program ini merupakan bagian dari program pemindahan penduduk Soviet yang berdampak terhadap jutaan minoritas etnis non-Soviet dari tahun 1930-an hingga 1950-an.

Aardakh
Bagian dari Pemindahan populasi di Uni Soviet dan Perang Dunia II
Operation Lentil (Caucasus).svg
LokasiKaukasus Utara
Tanggal1944-1948
SasaranPengusiran dan pemindahan populasi Vainakh
Jenis serangan
Pemindahan populasi, pembersihan etnis, pembantaian
Korban tewas
170.000 hingga 200.000 orang Chechnya atau sekitar 1/3 dan 1/2 populasi Chechnya[1][2][3][4]

Seluruh anggota suku Chechnya dan Ingush yang berjumlah lebih dari 500.000 orang terkena dampak deportasi ini. Republik Sosialis Soviet Chechnya-Ingush juga dilikuidasi. Ratusan ribu orang Chechnya dan Ingush tewas selama pengumpulan dan pemindahan paksa serta selama tahun-tahun awal dalam pembuangan.[1][2][3][4] Mereka yang selamat tidak diperbolehkan kembali ke tanah air mereka hingga tahun 1957. Banyak orang di Chechnya dan Ingushetia yang menganggap peristiwa ini sebagai sebuah genosida. Hal ini diakui oleh Parlemen Eropa pada tahun 2004.

Latar belakangSunting

Selama Perang Dunia II, meskipun sekitar 40.000 orang Chechnya dan Ingush bertempur sebagian bagian dari Tentara Merah (50 di antaranya dijadikan Pahlawan Uni Soviet), pemerintah Soviet menuduh mereka telah bekerja sama dengan Jerman Nazi yang pernah menguasai bagian barat Chechnya-Ingushetia selama beberapa bulan pada musim dingin tahun 1942/1943. Soviet mengklaim bahwa beberapa orang Chechnya menunjukkan jalan gunung menuju Republik Sosialis Soviet Azerbaijan yang diincar oleh Jerman karena cadangan minyaknya.

Pada tahun 1940, pemberontakan Chechnya yang dipimpin oleh Khasan Israilov meletus di Galanchozh. Pada Februari 1942, kelompok Mairbek Sheripov memberontak di Shatoysky dan Itum-Kalinsky. Mereka bersatu dengan Israilov dalam upaya untuk melawan Soviet. Periode gerilya yang penting dimulai pada Agustus–September 1942, saat pasukan Jerman mendekati Ingushetia, dan berakhir pada musim panas-gugur pada tahun 1943, ketika serangan balasan Soviet berhasil mengusir Wehrmacht dari Kaukasus Utara.[5]

ReferensiSunting

  1. ^ a b Nekrich, Punished Peoples
  2. ^ a b Dunlop. Russia Confronts Chechnya, pp 62-70
  3. ^ a b Gammer. Lone Wolf and the Bear, pp166-171
  4. ^ a b Soviet Transit, Camp, and Deportation Death Rates
  5. ^ Jeffrey Burds. The Soviet War against ‘Fifth Columnists’: The Case of Chechnya, 1942–4 // Journal of Contemporary History, Vol 42(2), 2007, P. 16, 26