Wikipedia:Artikel pilihan/Jadwal/Usulan/2019/Periode 11

Penjadwalan artikel pilihan periode ke-11
Periode pengusulan: 1 Agustus 2019—15 Agustus 2019
Periode pemungutan suara: 16 Agustus 2019—30 Agustus 2019
Periode pengusulan dan pemungutan suara telah berakhir

41 2019

7 Oktober 2019 s.d. 13 Oktober 2019

Gunung Kerinci yang menjadi bentang alam tempat tinggal suku Kerinci

Serayo atau nyanyo adalah sistem gotong royong pada masyarakat suku Kerinci yang berada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Sistem ini juga sering disebut baselang atau berselang. Pada prinsipnya, serayo merupakan gotong royong yang menguntungkan individu atau memenuhi kepentingan seseorang yang meminta bantuan untuk mengerjakan sesuatu. Adapun permintaan tersebut dilakukan oleh salah satu pihak kepada kaum kerabat terdekatnya, para tetangga yang berada di dekat rumahnya, maupun warga sekampung (kelurahan ataupun dusun). Orang yang dimintai pertolongan akan memberikan bantuan sesuai dengan permintaan pihak yang memerlukan bantuan. Dalam sistem serayo terlihat adanya unsur kerja sama dalam mengerjakan sesuatu yang dipimpin oleh orang yang meminta pertolongan. Orang yang diminta biasanya tidak menolak dan ada ekspektasi bahwa warga akan "membalas" kebaikan sebelumnya. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: ? – ? – ?

Alasan pengusulan: Salah satu artikel Wiki Jelajah, tidak terkait tanggal manapun.  Mimihitam  1 Agustus 2019 17.40 (UTC)[balas]


42 2019

14 Oktober 2019 s.d. 20 Oktober 2019

Muammar Khadafi saat tengah menghadiri pertemuan puncak Uni Afrika ke-12 di Addis Ababa pada tanggal 2 Februari 2009

Muammar Khadafi adalah seorang tokoh revolusi dan politikus asal Libya. Ia berkuasa di Libya sebagai Kepala Revolusioner Republik Arab Libya dari tahun 1969 hingga 1977, dan kemudian sebagai "Pemimpin dan Penuntun Revolusi" Jamahiriyah Arab Libya dari tahun 1977 hingga 2011. Ia awalnya memperjuangkan nasionalisme dan sosialisme Arab, tetapi kemudian mengikuti ideologinya sendiri yang disebut Teori Internasional Ketiga. Khadafi adalah tokoh yang kontroversial. Ia merajai politik Libya selama empat dasawarsa dan menjadi subjek kultus kepribadian. Ia mendapatkan berbagai penghargaan dan menuai pujian karena ia memiliki pandangan anti-imperialis dan mendukung kesatuan Arab (dan kemudian berubah menjadi kesatuan Afrika), dan ia juga telah meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Di sisi lain, kelompok fundamentalis Islam sangat menentang reformasi sosial dan ekonominya. Selain itu, ia juga dikutuk sebagai seorang diktator yang telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan mendanai terorisme di luar negeri. (Selengkapnya...)

Alasan pengusulan: bertepatan dengan 8 tahun setelah tumbang dan tewasnya Khadafi (20 Oktober) --Glorious Engine (bicara) 1 Agustus 2019 07.31 (UTC)[balas]


43 2019

21 Oktober 2019 s.d. 27 Oktober 2019

Lukisan karya Martin van Meytens, 1759

Maria Theresia adalah satu-satunya penguasa wanita yang pernah ada dalam sejarah Habsburg. Masa kekuasaannya selama 40 tahun dimulai setelah ayahnya, Kaisar Karl VI, tutup usia pada Oktober 1740. Maria Theresia melancarkan reformasi pemerintahan, keuangan, dan pendidikan dengan dukungan dari Wenzel Anton von Kaunitz-Rietberg, Graf Friedrich Wilhelm von Haugwitz, dan Gerard van Swieten. Ia juga menggalakkan perdagangan dan mengembangkan pertanian, dan merombak militer Austria, sehingga ia berhasil memperkuat kedudukan Austria di mata dunia. Namun, ia sangat tidak menyukai orang Yahudi dan Protestan sampai-sampai ia pernah memerintahkan agar mereka diusir ke daerah terpencil di wilayah Habsburg. Ia juga menganjurkan agama Katolik sebagai agama negara dan menolak pluralisme agama, alhasil rezimnya dicap tidak toleran. (Selengkapnya...)

Alasan pengusulan: Bertepatan dengan Hari Nasional Austria (26 Oktober) --Glorious Engine (bicara) 1 Agustus 2019 07.31 (UTC)[balas]


44 2019

28 Oktober 2019 s.d. 3 November 2019

Tampak depan Rumah si Pitung atau sering disebut Rumah Tinggi di Kelurahan Marunda Jakarta Utara. Rumah si Pitung merupakan rumah adat panggung khas Betawi di wilayah pesisir.

Rumah panggung adalah salah satu jenis rumah tradisional suku Betawi yang lantainya ditinggikan dari tanah dengan menggunakan tiang-tiang kayu. Rumah ini berbeda dengan rumah darat yang menempel ke tanah. Rumah panggung Betawi dibangun di kawasan pesisir dengan tujuan untuk menanggulangi banjir atau air pasang. Sementara itu, rumah panggung yang terletak di tepi sungai seperti di Bekasi tidak hanya dibangun untuk menghindari banjir, tetapi juga untuk keamanan dari binatang-binatang buas. (Selengkapnya...)

Alasan pengusulan: Salah satu finalis Wiki Jelajah, tidak terkait tanggal manapun.  Mimihitam  1 Agustus 2019 17.44 (UTC)[balas]